Teganya kau Mbah Surip
Telah kau pun pergi tanpa pamit membawa Burung Merak
Kau gendong kemana dia? kemana?
o…kau gendong pulang kepada yang punya
o… kepada yang punya
Jalan itukah yang kau bilang I,am walking?
yang kau bilang ok my darling? sunyi
Ah terasa tetes airmata belum kering dan kau bawa pula
Burung Merak kekasih hati yang cuma sebiji
Kau gendong kemana si burung Merak
Sedang angsa masih sepasang menari di telaga
Sedang tawa masih basah usai perjamuan di teras graha budaya
Kemana mbah surip?
kemana? Menuju yang punya?
Apakah begitu caranya, ke arah mana kami
membaca?
Trotoar sepi tawa sepi canda dan kopi masih tersisa
Ampasnya terasa berkarat ah ini air mata masih saja tumpah
Kau gendong kemana si Burung Merak
Kau gendong kemana? O…ke arah yang punya
Dino F. Umahuk Ternate,
06 Agustus 2009
Sunday, August 9
Sunday, August 6
kutunggu kau malam ini
kutunggu kau malam ini
di bawah sinar bulan
di kerling cahya bintang
kutunggu kau malam ini
lepaskan sejuta dahaga
yang mengendap di ubun senja
kutunggu kau malam ini
hingga pagi menyapa
di balik senyum fajar merah
di balik senyum ranummu...
(Samarinda, 04/08/06)
di bawah sinar bulan
di kerling cahya bintang
kutunggu kau malam ini
lepaskan sejuta dahaga
yang mengendap di ubun senja
kutunggu kau malam ini
hingga pagi menyapa
di balik senyum fajar merah
di balik senyum ranummu...
(Samarinda, 04/08/06)
Kerinduan
By: MW
Bulan separuh merangkul cahayanya dibalik kegelapan malam
Pekatnya mencumbu nada rintihanku yang berbisik lirih....
Dengarlah sayang... rintihanku....
Inginkan engkau menjamah relung kalbuku
sentuhlah perasaanku dengan kesucian jiwamu
Ku yakini jiwa kita menyatu dalam rasa
Sanubarimu pun bergetar...! ketika menyelami hasratku
Kala itu juga dirimu membuka pandanganku
menujumu untuk jumpai dirimu
yang sedang memeluk kerinduanku yg mendalam
Dan kusisipkan kata untuk mu...
...."Rinduku tak kan pernah sirna".....
Hanya untukmu sayang....
(Bogor, 04/08/06)
Bulan separuh merangkul cahayanya dibalik kegelapan malam
Pekatnya mencumbu nada rintihanku yang berbisik lirih....
Dengarlah sayang... rintihanku....
Inginkan engkau menjamah relung kalbuku
sentuhlah perasaanku dengan kesucian jiwamu
Ku yakini jiwa kita menyatu dalam rasa
Sanubarimu pun bergetar...! ketika menyelami hasratku
Kala itu juga dirimu membuka pandanganku
menujumu untuk jumpai dirimu
yang sedang memeluk kerinduanku yg mendalam
Dan kusisipkan kata untuk mu...
...."Rinduku tak kan pernah sirna".....
Hanya untukmu sayang....
(Bogor, 04/08/06)
Friday, August 4
Semalam tanpamu
sepi...
sendiri...
tanpa suaramu malam ini
angin...
diam...
meniup sunyi
(Samarinda, 02/08/06)
sendiri...
tanpa suaramu malam ini
angin...
diam...
meniup sunyi
(Samarinda, 02/08/06)
Wednesday, August 2
re: Puisi untuk mu
Kau menyapa
Saat sendiriku
di hujung rindu
pada malam kumenghitung bintang
Setangkai kasih
Kaubawa untukku
Kujaga rindu ini
Bersemayam
Bersama asa kita
Meski kau disana
Jauh di seberang
Kan kulabuhkan hatiku
Di pelabuhan hatimu
Saat sendiriku
di hujung rindu
pada malam kumenghitung bintang
Setangkai kasih
Kaubawa untukku
Kujaga rindu ini
Bersemayam
Bersama asa kita
Meski kau disana
Jauh di seberang
Kan kulabuhkan hatiku
Di pelabuhan hatimu
Monday, July 31
Saat Kau Jauh
waktu henti di sudut nafasku
lelambai angin bawa seutas rindu
sejenak mematung
rindu tersalut pagutku
tanpamu
tanpa senyummu yang dulu kuukir di peluhmu
aku rindu
(Samarinda, 09 Maret 2006)
lelambai angin bawa seutas rindu
sejenak mematung
rindu tersalut pagutku
tanpamu
tanpa senyummu yang dulu kuukir di peluhmu
aku rindu
(Samarinda, 09 Maret 2006)
Persekutuanku
Adakah aku melangkahi malamku tanpa cahayaMu?
Sejenakku terlelap dalam mimpiku
Terbaring tanpa sehelai rinduMu
dan kunikmati hangat cinta semu
Tuhanku...
Lelapkan aku pada cintaMu
Sirami ragaku dengan dahagaMu
Kembaliku ingin memelukMu
Hingga pulas cintaku
Sejenakku terlelap dalam mimpiku
Terbaring tanpa sehelai rinduMu
dan kunikmati hangat cinta semu
Tuhanku...
Lelapkan aku pada cintaMu
Sirami ragaku dengan dahagaMu
Kembaliku ingin memelukMu
Hingga pulas cintaku
Saat Kau Hadir
Saat kau hadir...
adalah saat terindah dalam hidupku
Saat kau hadir...
cinta ini hadir
(Samarinda, for sum1 light me up)
adalah saat terindah dalam hidupku
Saat kau hadir...
cinta ini hadir
(Samarinda, for sum1 light me up)
Wednesday, July 26
Kurindukan Bersama-Mu
Malam dingin membiusku dalam pelukan
mendekapku lekat
patah kesadaran diri yang mungil dan dekil
Semakil kecil jiwa fana ini
lusuh pakaian lekat di nadi
tak nampak setitik salju di rongga kalbu
Malamku malam yang panjang
malam yang penuh hitam mencekam
gelap pekat berlumur karat
Diamku
ingin kubasuh ragaku yang rapuh
percikkan air wudhu akankah merajut rinduku
pada malam-malamku bersamamu
pada indahnya dekapanmu
"Rabbana dholamna anfusana
waillam taghfirlana wa tarhamnaa
lanakuunanna minal khosiriin"
samarinda, 26/07/06
mendekapku lekat
patah kesadaran diri yang mungil dan dekil
Semakil kecil jiwa fana ini
lusuh pakaian lekat di nadi
tak nampak setitik salju di rongga kalbu
Malamku malam yang panjang
malam yang penuh hitam mencekam
gelap pekat berlumur karat
Diamku
ingin kubasuh ragaku yang rapuh
percikkan air wudhu akankah merajut rinduku
pada malam-malamku bersamamu
pada indahnya dekapanmu
"Rabbana dholamna anfusana
waillam taghfirlana wa tarhamnaa
lanakuunanna minal khosiriin"
samarinda, 26/07/06
Friday, July 21
Rebound Effect
kebodku mati
berat bagiku mengumpulkan kata
setiap kuketikkan namaku
selalu muncul namanmu
kuulang kali kedua
hasilnya tetap sama
malah semakin besar terpampang di monitorku
semakin kuulang semakin banyak namamu
anehnya lagi tak bisa kuhapus nama itu
nama yang selalu mengingatkan aku
pada kehampaan bejana hatiku
pada kedalaman rinduku
berat bagiku mengumpulkan kata
setiap kuketikkan namaku
selalu muncul namanmu
kuulang kali kedua
hasilnya tetap sama
malah semakin besar terpampang di monitorku
semakin kuulang semakin banyak namamu
anehnya lagi tak bisa kuhapus nama itu
nama yang selalu mengingatkan aku
pada kehampaan bejana hatiku
pada kedalaman rinduku
Subscribe to:
Posts (Atom)